Ahad, 15 September 2013

Psychopath

Psikopat




Pengertian


Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai Sosiopat karena prilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.

Psikopat adalah gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Namun demikian orang-orang psikopat bila dilihat sepintas memiliki sifat baik hati dan disukai tetapi sebetulnya dibalik itu semua mereka sangat merugikan masyarakat. Orang-orang seperti inilah yang oleh para banyak ahli disebut sebagai psikopat (jiwa [psyche] yang menderita kelainan [patologik]).

Banyak istilah atau pengertian yang disampaikan banyak ahli tentang psikopat, namun menurut terminologi ilmu kedokteran jiwa psikopat disebut sebagai gangguan kepribadian antisosial yang secara umum memiliki karakterisik perilaku antara lain egois, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak mempedulikan dampak perilakunya terhadap orang lain, menikmati dan tidak memiliki rasa penyesalan (guilty feeling) dari penderitaan orang lain akibat perbuatannya.


Faktor penyebab
Apa penyebab psikopat? Belum jelas benar hingga kini. Tapi hipotesis yang diajukan Hare menduga psikopat terjadi akibat kelainan fungsi otak. Ini didasarkan pengalaman Hare saat memeriksa seorang pasien psikopat berusia 46 tahun bernama Al. Pada otak Al terbukti ditemukan kelainan. Al tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Semua stimulus diolah sekaligus oleh belahan otak kiri (pusat rasio) dan otak kanan (pusat emosi). Karena itu, menurut Hare, seorang psikopat tidak sekadar berbohong atau hipokrit, tapi juga ada sesuatu yang lebih serius, yakni ada kelainan di otaknya.

Dugaan adanya faktor biologis ini juga muncul dalam laporan Pridmore, Chambers dan McArthur pada 2005. Mereka melaporkan adanya hubungan antara gejala psikopat dengan kelainan sistem serotonin, kelainan struktural, dan kelainan fungsional pada otak. Temuan lain disampaikan pula oleh Litman setahun sebelumnya. Ia menyebutkan, penderita psikopat mengalami kelainan neurologik pada sindrom erotic violence. Pada 2003, Raine juga mengungkapkan ada kelainan Corpus collosum pada sosok psikopat.

Laporan lain soal penyebab psikopat diutarakan Kirkman (2002). Ia menyatakan, pengidap kepribadian psikopat memiliki latar belakang masa kecil yang tak memberi peluang untuk perkembangan emosinya secara optimal. Anak-anak salah asuh ini akan tumbuh menjadi orang-orang yang tak bisa berempati dan tak memiliki kata hati (consceince).



Gejala-gejala psikopat

1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.

2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.

3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.

4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.

5. Sikap antisosial di usia dewasa.

6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.

7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.

8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.

9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.

10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".

11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.


Jenis-jenis psikopat

Menurut Hervey Checkley, dalam bukunya The Mask of Sanity ( 1941 ), ada empat jenis psikopat :

1. Primary Psychopath yang bergeming pada hukuman, penahanan, tekanan, atau celaan. Mereka punya cara sendiri untuk memaknai kata dan kehidupan.

2. Secondary Psychopath adalah pengambil resiko, dan juga lebih tanggap terhadap tekanan, mudah cemas dan merasa bersalah.

3. Distempered Psychopath, cenderung mudah marah dan bila kumat, tingkah mereka mirip penderita epilepsi (ayan), cenderung jadi pecandu obat, kleptomania, pedofilia, bahkan bisa jadi pembunuh dan pemerkosa berantai.

4. Charismatic Psychopath adalah si pembohong yang menarik dan menawan, selalu dianugerahi bakat tertentu, tapi memanfaatkannya untuk memperdaya yang lain. Pemimpin agama sekte tertentu yang mendorong pengikutnya bunuh diri bisa jadi contoh.


Ed Gein 
1957, real psycho, inspirasi film The Texas Chainsaw Massacre salah satu contoh Distempered Psychopath.

Ciri-Ciri psikopat

1. Manipulative and Conning
They never recognize the rights of others and see their self-serving behaviors as permissible. They appear to be charming, yet are covertly hostile and domineering, seeing their victim as merely an instrument to be used. They may dominate and humiliate their victims.

2. Grandiose Sense of Self
Feels entitled to certain things as "their right."

3. Glibness and Superficial Charm
Speaking or spoken in a confident and persuasive way but without honesty or careful consideration.

4. Pathological Lying
Has no problem lying coolly and easily and it is almost impossible for them to be truthful on a consistent basis. Can create, and get caught up in, a complex belief about their own powers and abilities. Extremely convincing and even able to pass lie detector tests.

5. Lack of Remorse, Shame or Guilt
A deep seated rage, which is split off and repressed, is at their core. Does not see others around them as people, but only as targets and opportunities. Instead of friends, they have victims and accomplices who end up as victims. The end always justifies the means and they let nothing stand in their way.

6. Incapacity for Love

7. Callousness/Lack of Empathy
Unable to empathize with the pain of their victims, having only contempt for others' feelings of distress and readily taking advantage of them.

8. Poor Behavioral Controls/Impulsive Nature
Rage and abuse, alternating with small expressions of love and approval produce an addictive cycle for abuser and abused, as well as creating hopelessness in the victim. Believe they are all-powerful, all-knowing, entitled to every wish, no sense of personal boundaries, no concern for their impact on others.

9. Lack of Realistic Life Plan/Parasitic Lifestyle
Tends to move around a lot or makes all encompassing promises for the future, poor work ethic but exploits others effectively.


10. Criminal or Entrepreneurial Versatility
Changes their image as needed to avoid prosecution. Changes life story readily.

Prof. Hare dalam buku Without Conscience memberikan parameter psikopat (psychopathy Checklist) yang dapat digunakan untuk mengenali gejala-gejala penting psikopati. Emosional / hubungan antar pribadi.

Pengalaman Prof Hare sendiri membuktikan bahwa perawatan terhadap psikopat bukan saja tidak menyembuhkan, melainkan justru menambah parah gejalanya karena psikopat yang bersangkutan. Malah bisa semakin canggih memanipulasi perilakunya yang merugikan orang lain.

Utk menentukan psikopat/bkn, hrs melewati MRI, wawancara dengan metode DSM 4, wawancara intern personal dengan psikotest & memetakan kepribadian pasien dg kriteria Prof. RD.Hare.


Lima tahap mendiagnosis psikopat
1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.

2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewan pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.

3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.

4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.


Berhadapan dengan psikopat

Untuk menghadapi hal tersebut kita tidaklah harus bersikap paranoid atau curiga berlebihan kepada setiap orang yang kita temui. Cukup dengan hati-hati dalam berhubungan dengan orang-orang tertentu yang kita jumpai. Tetapi bagaimana bila kita mencurigai bahwa ada salah satu rekan sekerja kita memiliki kepribadian psikopat?

Untuk hal ini, usahakan kita tidak terlalu dekat atau akrab dalam menjalin hubungan dengannya. Dalam buku Without Conscience memberikan kita beberapa tips atau kiat-kiat untuk melindungi diri dari psikopat :

a. Usahakan jangan sampai terpengaruh oleh umpan mereka: senyum yang indah, kata-kata manis, atau hadiah yang berlimpah yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian anda dari manipulasi atau eksploitasi yang mungkin akan terjadi. Karakteristik ini punya muatan licik yang dimaksudkan untuk mengaburkan pesan individual yang sejati. Berpalinglah, dan konsentrasikan diri pada apa sebenarnya terjadi.

b. Buka mata. Orang yang tampaknya terlalu sempurna seringkali aslinya jauh berbeda. Psikopat menyembunyikan sisi gelap mereka sampai korban mereka telah terlibat cukup dalam. Pujian berlimpah, kebaikan palsu dan kelemahan dalam cerita yang kedengarannya hebat seharusnya bisa memberi petunjuk dan membuat anda waspada. Cari alasan yang masuk akal untuk menyelidiki mereka.

c. Kenali diri anda. Jika tidak, anda akan diserang pada titik lemah anda. Psikopat pandai menemukan dan menggunakan kelemahan orang lain. Jadi, semakin anda menyadari hal-hal yang membuat anda gampang terpikat, semakin siap anda membentengi diri.

d. Tetapkan aturan dasar yang tegas, dan hindari berebut kekuasaan yang tidak mungkin anda menangkan. Psikopat cenderung memegang kendali; bila sikap anda tidak jelas dan lemah, mereka akan mengambil keuntungan. Perjelas, bangun, dan jagalah batasan-batasan yang kuat.


e. Bila perlu, mintalah bantuan profesional. Korban sering kali bertanya-tanya apakah mereka berkhayal, atau mereka membiarkan kebohongan karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Pendapat dari ahli tak hanya mendukung kecurigaan ini, tetapi juga membantu memberi jalan keluar.


Tetap waspada ! semoga bermanfaat ...

Dari berbagai sumber.

Apakah Narcissistic Personality Disorder

Pernah mendengar kata “Narsis”? Bagaimana dengan “Narcism”? Kurang lebih saya yakin Anda pasti pernah mendengarnya. Bagaimana dengan NPD? Gangguan kepribadian narsisistik (NPD) adalah gangguan kepribadian, pola yang menyeluruh kemegahan, kebutuhan kekaguman, dan kurangnya empati, dimulai pada awal masa dewasa dan hadir dalam berbagai konteks. Para narsisis digambarkan sebagai berpaling untuk kepuasan batin daripada tergantung pada orang lain dan sebagai orang yang terlalu sibuk dengan masalah kecukupan pribadi, kekuasaan, dan prestise. Gangguan kepribadian narsisistik berhubungan erat dengan mementingkan diri sendiri. Juga bahasa sehari-hari disebut sebagai “Tuhan kompleks.”

Berbagai konteks NPD, seperti ditunjukkan oleh lima (atau lebih) dari berikut ini:
  • memiliki rasa megah diri penting (misalnya, membesar-besarkan prestasi dan bakat, mengharapkan untuk diakui sebagai superior tanpa sepadan prestasi);
  • asyik dengan fantasi kesuksesan tak terbatas, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan, atau cinta ideal;
  • percaya bahwa dia adalah “khusus” dan unik dan hanya dapat dipahami oleh, atau harus bergaul dengan, atau khusus lainnya status tinggi orang (atau institusi);
  • membutuhkan kekaguman berlebihan;
  • memiliki rasa hak, yaitu harapan yang tidak masuk akal terutama perlakuan istimewa atau otomatis sesuai dengan harapan nya;
  • adalah antarpribadi eksploitatif, yaitu, mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuan sendiri;
  • tidak memiliki empati: tidak mau mengenali atau mengidentifikasi dengan perasaan dan kebutuhan orang lain;
  • sering iri kepada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri kepadanya;
  • menunjukkan sombong, perilaku atau sikap angkuh.
The etiologi dari gangguan ini tidak diketahui, menurut Groopman dan Cooper. Namun, mereka daftar faktor-faktor berikut diidentifikasi oleh berbagai peneliti sebagai faktor mungkin.
  • Sebuah temperamen sensitif pada saat lahir
  • pemakaian yg berlebihan dan overvaluation oleh orangtua
  • Valued oleh orangtua sebagai alat untuk mengatur diri mereka sendiri harga
  • kekaguman yang berlebihan yang tidak pernah diimbangi dengan umpan realistis
  • Unpredictable atau tidak dapat diandalkan pengasuhan dari orangtua
  • parah pelecehan emosional di masa kanak-kanak
  • Menjadi dipuji karena dianggap penampilan atau bakat luar biasa oleh orang dewasa
  • berlebihan pujian atas perilaku baik atau kritik yang berlebihan untuk perilaku miskin di masa kanak-kanak
Beberapa sifat narsisistik adalah umum dan fase perkembangan yang normal. Ketika karakter ini diperparah oleh kegagalan lingkungan antarpribadi dan terus sampai dewasa mereka dapat mengintensifkan ke titik di mana NPD didiagnosis. Sebagian psikoterapis percaya bahwa etiologi dari gangguan ini adalah untuk perkembangan anak usia dini.  Jika seorang anak tidak menerima pengakuan yang cukup untuk bakat mereka selama sekitar usia 3-7 mereka tidak akan pernah dewasa dan terus berada dalam tahap pengembangan awal narsisistik.
Gangguan kepribadian narsisistik adalah mengisolasi, disenfranchising, menyakitkan, dan menakutkan bagi mereka yang hidup dengan itu dan sering kali mereka yang berada dalam hubungan dengan mereka. Pembedaan harus dibuat di antara mereka yang telah NPD karena tidak masing-masing dan setiap orang dengan NPD adalah sama. Bahkan dengan isu-isu inti yang sama, cara di mana seseorang individu narsisme memanifestasikan dirinya dalam hubungan nya bervariasi.
Sebagian psikiater dan psikolog NPD menganggap sebagai kondisi yang relatif stabil ketika berpengalaman sebagai gangguan utama. James F. Masterson menguraikan pendekatan penyembuhan terkemuka NPD, sementara  membahas sebuah kontinum dari keparahan dan jenis-jenis terapi yang paling efektif dalam kasus yang berbeda. Biasanya, sebagai narsisisme adalah ciri kepribadian mendarah daging, daripada ketidakseimbangan kimia, pengobatan dan terapi tidak sangat efektif dalam mengobati gangguan ini.
sumber: vlyodhart

Narcissistic personality disorder

Symptoms

By Mayo Clinic staff
Narcissistic personality disorder is characterized by dramatic, emotional behavior, which is in the same category as antisocial and borderline personality disorders.
Narcissistic personality disorder symptoms may include:
  • Believing that you're better than others
  • Fantasizing about power, success and attractiveness
  • Exaggerating your achievements or talents
  • Expecting constant praise and admiration
  • Believing that you're special and acting accordingly
  • Failing to recognize other people's emotions and feelings
  • Expecting others to go along with your ideas and plans
  • Taking advantage of others
  • Expressing disdain for those you feel are inferior
  • Being jealous of others
  • Believing that others are jealous of you
  • Trouble keeping healthy relationships
  • Setting unrealistic goals
  • Being easily hurt and rejected
  • Having a fragile self-esteem
  • Appearing as tough-minded or unemotional
Although some features of narcissistic personality disorder may seem like having confidence or strong self-esteem, it's not the same. Narcissistic personality disorder crosses the border of healthy confidence and self-esteem into thinking so highly of yourself that you put yourself on a pedestal. In contrast, people who have healthy confidence and self-esteem don't value themselves more than they value others.
When you have narcissistic personality disorder, you may come across as conceited, boastful or pretentious. You often monopolize conversations. You may belittle or look down on people you perceive as inferior. You may have a sense of entitlement. And when you don't receive the special treatment to which you feel entitled, you may become very impatient or angry. You may insist on having "the best" of everything — the best car, athletic club, medical care or social circles, for instance.
But underneath all this behavior often lies a fragile self-esteem. You have trouble handling anything that may be perceived as criticism. You may have a sense of secret shame and humiliation. And in order to make yourself feel better, you may react with rage or contempt and efforts to belittle the other person to make yourself appear better.
When to see a doctorWhen you have narcissistic personality disorder, you may not want to think that anything could be wrong — doing so wouldn't fit with your self-image of power and perfection. But by definition, a narcissistic personality disorder causes problems in many areas of your life, such as relationships, work, school or your financial affairs. You may be generally unhappy and confused by a mix of seemingly contradictory emotions. Others may not enjoy being around you, and you may find your relationships unfulfilling.
If you notice any of these problems in your life, consider reaching out to a trusted doctor or mental health provider. Getting the right treatment can help make your life more rewarding and enjoyable.

source: Mayo clinic

Selasa, 17 April 2012

About APA

About APA:

'via Blog this'

APA


http://www.apa.org/about/index.aspx

Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat - KPWKM

Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat - KPWKM:

'via Blog this'

INOVASI


Definisi Inovasi


Inovasi ialah kaedah mencari jalan untuk menghasilkan produk atau perkhidmatan yang lebih baik sama ada melalui pengubahsuaian atau penambahbaikan. Ia adalah hasil cetusan idea-idea yang kreatif dan inovatif dalam mana-mana aspek kerja yang dapat meningkatkan kualiti dan produktiviti organisasi. Idea-idea ini boleh merangkumi apa-apa perubahan dalam bentuk sistem dan prosedur, kaedah dan cara bekerja mahupun pengenalan teknologi.

Maka persoalan pokok yang harus diberi keutamaan ialah sejauh mana hasil inovasi tu menyumbang kepada perubahan tingkah laku klien, bukan sekadar menambah baik dari segi 'bentuk' perkhidmatan.